Langsung ke konten utama
DI hari itu aku tersenyum melihat seyuman manisnya tepatnya di bangku sekolah. aku melihat ia seperti bidadari. aku ingin dekatnya.. ogh iya nama aku adalah sandra dan perempuan yang aku suka adalah henny.. aku selalu mencari perhatian dengannya.. agar ia melihat aku.. suatu ketika aku bertemu dengannya di cantin.."hai hen kau udah siap pekerjaan rumahmu(sambil senyum melihatnya) lalu ia pun berkata "udah san memang ada apa"(sambil melihat aku).. "gak aku hanya nanya aja"(sambil aku tersenyum dengannya)..Lalu ia pergi kekelas. aku pun pergi juga bersama kawan aku main main.. bel sekolah pun berbunyi kami pun semua masuk kekelas lalu aku melihat dia dan memeberi senyuman kepadanya(sambil ia melihat aku).. setelah itu semuanya pun belajar dikelas. lalu gurupun memberikan tugas kelompok. kami terbagi dari 4 kelompok dan aku dan dia juga satu kelompok.. rasanya senang sekali."Anak-anak ini ibu kasih tugas buat kalian ya,Tugasnya ini kerja kelompok yah, kerjai sama sama yah. ibu guru memanggil kami satu-satu dan menyevutkan kelompoknya juga.. aku dan dia disebut berarti kami satu kelompok."(dalam hati berkata)Yess, akhirnya aku satu kelompok dengan dia"."Inilah kesempatakan aku untuk pendekatan dengan dia"..(bel keluar sekolah pun berbunyi), Aku pun menghampiri dia dan berkata kepada dia."hai kapan kita bisa kerjakan tugas ini"(sambil aku berjalan dan menatapi dia). (ia pun menjawab aku sambil menolehkan kepalanya kepada aku dan senyum kepada aku)"siap pulang sekolah ini lah sandra,kita kerjakan". (aku pun menjawab)"dirumah siapa hen". (ia pun menjawab sambil tersenyum)"dirumahku san"."boleh aku temani kamu pulang"(sambil senyum kepadanya dan hatiku pun sangat riang)."boleh katanya dengan senyum".."ok lah kalau gitu"(sambil berlari aku dengan riang). aku pun dengan segera pergi mengambil motor di parkiran.lalu aku menyalakan motor ku. dengan segera aku pergi menghadap dia.. (aku langsung berkata kepadanya dengan mempersilahkan dia untuk naik motor aku)"ayo naik". ia pun menjawab,"Baiklah". Dijalan aku bertanya kepadanya,"Cita cita kamu jadi apa".lalu ia menjawab"Kalau aku jadi dokter". (lalu aku pun menyautkan perkataannya)"Kalau aku mau jadi pembalap".(lalu ia menjawab)"bagus juga cita citamu tapi itu kan beresiko". "iya gak apa apa kok, namanya suka dengan cita citanya"(sambil aku menolehkan kepala kebelakang). "Lanjutkan prestasimu ya san" ia berkata seperti itu.(aku pun menyaut perkataannya)"OK".. Kami terus bercerita di motor. dia menceritakan tentangnya ke aku dan aku juga menceritakan tentang aku ke dia. dan gak terasa semua itu. kami pun tiba dirumahnya.(kulihat didepan ada neneknya dan aku menyapa neneknya sambil menyalam neneknya juga)"hai nek,aku kawannya henny yang antar henny nek, permisi ya nek aku mau pulang nek".(lalu nenek itu pun menjawab perkataan aku)"Terima kasih ya cu".Setelah itu aku pulang kerumah. Dalam perjalanan aku pun terus membayangkan dirinya. lalu aku sampai kerumah dan bergegas siap siap untuk kerumahnya lagi karena aku mau kerjakan kelompok. Tidak ada lagi yang aku pikiran tanpa pamit sama orang tua aku pergi kerja kan kelompok. Dengan hati yang senang aku pergi. dengan sepeda motor yang lajunya dengan kencang aku kerumahmya.. setelah itu aku sampai kerumahnya dan semua teman teman aku sudah kumpul.(aku langsung menyapanya)"Hai gimana sekarang kita kerjakan tugas kelompok itu". lalu ia menjawab)"Marilah sekarang kita kerjakan". lalu aku di berinya tugas dan aku mengerjakan tugas aku."Sandra kamu rangkum bab 3 ya"(sambil menunjukan tangannya kebuku aku).(lalu aku menjawab sambil memegang buku)"baiklah".lalu aku terus mendekatinya.aku pun terus mebantu dan menolongnya.. kami selalu dekat kemana-mana. aku gak tau kenapa aku dan dia selalu bersama dalam mengerjakan sesuatu. Aku berpikir ini mungkin kebetulan tetapi apakah mungkin kebetulan sampai berkali-kali.. sampai aku dikelas ia pernah membelaku dengan ketulusannya.(aku dipukul temanku)"kupukul kau sandra,habis kau". ia pun datang dengan membiarkan pipinya di pukul, aku gak tau kenapa ia membiarkan itu terjadi. lalu ia berkata kepadaku" kenapa kamu dipukul mereka". "aku pun menjawab karena aku ada utang kemereka dan tidak bisa bayar". lalu ia datang kepada kawan aku dan membayar utang aku" ini utang si sandra, jangan kamu ganggu lagi dia ya". "baiklah,kenapa kau baik kali ama dia" kata kawan aku kepada si henny. "karena aku peduli ama dia" ia menjawab perkataan temanku."ok lah aku sudah mendapatkannya,Hai pecundang sekali lagi kau kayak gini aku habiskan kau ya" jawab temanku sambil menatapi aku dengan sinis. lalu temanku pergi dan aku berkata kepadanya"Kenapa kamu baik sama aku, jadi habiskan uang jajanmu". lalu ia menjawab perkataanku" gak apa apa habis uangku daripada kamu di pukul mereka habis habisan,kasihan kamu kan".lalu aku ucapkan kepadanya "terimakasih".lalu ia mengobati lukaku dengan obat merah. seteah itu aku terus berusaha untuk selalu menjaganya dan selalu menyayanginya.Didalam doaku selalu kusebut namanya walaupun agama kami berbeda. agamaku Katolik sedangkan dia islam. Mulai dari situ aku jatuh hati padanya. Setiap pergi dan pulang dia terus aku antar dengan motor aku.. kami semakin dekat dan saling mengenal satu sama lain.lalu tibanya lah aku menyatakan perasaan aku kepadanya di sekolah dekat kantin pas sekali disitu tidak ada orang"Ku katakan aku suka padamu dan aku ingin menerima kelemahan dan kelebihanmu,mau kah kamu jadi perempuan kedua yang aku sayangi selain ibuku"(sambil berlutut dan memberikan bunga kepadanya). lalu ia menjawab"gimana ya kita berbeda keyakinan dan aku pun belom mau pacaran". Disitu rasanya sakit sekali kayak di pukul perasaan aku, tapi aku terima semua itu dan aku akan tetap menyayanginya. lalu aku menjawab "ok lah jadi teman aja kita ya".lalu aku pergi meninggalkan kantin dengan muka yang agak kesal. tetapi itu tidak masalah bagi aku. aku akan terus berjuang.Dia pun juga pergi dari kantin lalu masuk kekelas. dia duduk di depan dan aku duduk paling belakang. aku terus melihatnya dan dia juga menoleh kebelakang,Dia juga melihatku. Lalu semua itu lambat laun berlalu dan membuat aku sedih. aku termenung selama satu hari.aku berusaha untuk menerimanya dengan lapang dada. Pada hari selasa aku melihat dia dekat dengan seorang laki laki. ia tidak lagi mau pulang bareng aku tetapi ia pulang bareng dengan kawan cowoknya. aku menyapanya di parkiran dekat dengan kawan cowoknya."hai pulang sama aku yuk". Tetapi dia tidak mau pulang bareng aku."aku udah ada kawan pulang maaf ya san" menjawab pertanyaanku dengan senyum.aku pun hanya senyum saja mendengar perkataan itu.lalu ia pulang bareng kawan cowoknya. Rasanya sakit hati.. tetapi itu kalau itu membuatnya bahagia.. aku pergi sekolah dengan rasa sedih. aku selalu menatap ia diruangan kelas rasanya aku selalu menghayalkan kami selalu bersatu..tetapi itu hanya hayalan semata.. lambat laun kehadiran aku disingkirkan oleh kehadirat cowok yang dekat dengannya.. tetapi aku bersedia untuk selalu menolongnya. Waktu ia pulang sendirian lalu aku menemui dia untuk pulang bareng dengan dia.. waktu itu keadaannya hujan,kami semua udah pulang dari sekolah.. ia pun kedinginan lalu aku berkata kepadanya "kamu kedinginan,ini pakai jaket aku.. kebetulan aku lagi pakai jaket.. keadaannya disitu kami sudah terkena hujan dan kami berteduh sebentar di sebuah kede yang sudah tutup. (lalu ia menjawab dan menatap aku)"terima kasih ya". ia memakai jaket itu dan aku menggosok gosok tangannya supaya dia gak kedinginan.hujan sudah agak mulai redah kami pun pergi dari kede itu. ia masih tetap kedinginan lalu aku sangat cemas kalau dia sakit."masih dingin rasanya" kata aku kepadanya.di setengah perjalanan dia pun sudah menggigil lebih parah,lalu kami berhenti bentar dan kami berteduh lagi di sebuah pondok. lalu aku memeluknya agar ia tidak kedinginan. "maaf ya kalau aku peluk" kata aku kepadanya. lalu ia menjawab perkataan aku dengan senyuman.kami berteduh disitu beberpa menit kemudian hujan pun berhenti. kami pun melanjutkan perjalanan dan gak terasa aku dan dia sudah sampai dirumah. lalu aku berkata kepada neneknya,"ini hennynya nek maaf ya nek ia kena hujan". neneknya pun langsung bergegas membawa ia ke tempat tidur. dan segera menggantikan bajunya.(nenek pun menyuruh aku pulang dan mnegucapkan terimakasih)"makasih ya cu, maaf merepotkan mu dan pulanglah cucu lalu kamu mandi karena kamu sudah kena hujan".(lalu aku menjawab)"Baiklah nek,semoga henny cepat sembuh yah nek".lalu aku pun pergi dari rumah henny. setelah hari itu.hari keesokannya aku tunggu ia datang tapi ia juga gak datang. lalu bel pun berbunyi lalu aku masuk kekelas.. setelah pulang sekolah aku langsung pergi kerumahnya dan kulihat cowok yang selalu bersamanya tidak mencemaskan dia.. aku ambil motorku dan kunyalakan lalu pergi. sesampai aku dirumah dia, aku bertanya kepada nenek."Bagaimana keadaanya nek" Sambil dengan keadaan panik.lalu aku disuruh nenek masuk kekamar,"masuklah cucu lihat lah cu,". aku melihatnya mukanya pucat sekali dan tidak segar aku lihat. dengan panik aku berkata,"nenek ini harus dibawa kerumah sakit segera"."Nenek pun menjawab dengan cemas baiklah cucu ayok kita bawa". lalu aku mengangkatnya dan membawanya kerumah sakit terdekat. setelah itu datanglah suster rumah sakit(sambil membawa tempat tidur untuk orang sakit).lalu si dia diperiksa dokter.. setelah dokter memeriksa si dia, dokter lalu memvonis si dia dan berkata kepada kami "Ia terkena penyakit kanker paru paru dan kankernya sudah stadium 3". lalu aku langsung terkejut(berekspresi terkejut)"Apa!!!!,gak mungkin dok dan dia gak pernah bilang itu ke kami"."Ini penyakitnya sudah lama dan itu tidak diberitahunya kepada kalian" kata dokter kepada kami. aku tak menyangka orang yang aku sayangi kena penyakit itu dan dia divonis dokter tidak akan bertahan lama untuk hidup. lalu aku berjanji akan merawat dia sampai menghembuskan nafas terakhirnya.Lalu aku pergi masuk keruangannya dan berkata "hai udah gimana rasanya". lalu ia menjawab aku "udah agak lumayanlah san". Aku disitu rasanya meneteskan air mata. aku mau berkata kepadanya kenapa dia tidak memberitahu kami tentang penyakitnya.aku seperti hancur ketika aku mendengar bahwa ia tidak lama lagi hidup. dokter bilang ia bisa bertahan selama 3 bulan untuk hidup. kami disuruh jangan memberitahu tentang ini kepada dia karena itu dapat mengganggu kesehatan dia. Setelah itu aku terus merawatnya sambil aku menangis tetapi tidak kutunjukkan ke dia. asal dia membutuhkan sesuatu aku selalu ada. "tolong san ambilkan minuman itu" kata dia kepadaku. "baiklah" jawab aku sambil tersenyum.lalu aku ambil minumannya lalu aku beri "ini minumannya". Setelah itu suster datang masuk ke ruangan dengan membawakan makanan. Terimakasih ya sus" aku bilang ke suster. lalu susternya pergi dan aku menyuapinya. setiap hari aku lakukan hal itu agar dia tersenyum. lalu tibalah akhirnya hari terakhir. Dia meminta aku menemani dia disaat saat terakhirnya. "Aku akan pergi dan aku ingin kau disini ada untuk aku" (terbaring sambil melihat aku). lalu aku jawab kata kata dia "Jangan seperti itulah, Yakinlah kamu pasti bisa melaluinya"(menatapnya dengan penuh hati yang bersedih). Dan ketika aku menggenggam tangannya dengan erat. aku gak tau itulah saat terakhirnya menghembuskan nafasnya. saat dia berkata itu kepada aku dan kukira dia tidur dan kubanguni terus dia gak sadar sadar lalu aku cubit tangannya dia pun gak sadar juga. Aku langsung panik dan teriak memanggil dokter "dokterrrrrrrr tolong tolongggg" dengan muka yang panik dan gelisah. lalu dokter datang dengan segeranya bersama suster. lalu dokter memeriksanya dan dokter menyuruh suster siapin alat untuk setrum detak jantung "Segera ambil alat alat setrum jantung" kata dokter kepada suster,lalu suster pergi lah untuk mengambil alat alat itu. lalu dokter menyetrumnya. 3 kali seteruman dengan daya yang lumayan tinggi ia tidak sadar sadar juga. terdengar suara rekam medisnya itu datar, aku langsung panik,aku menangis dan berdoa kepada tuhan agar dia bisa diselamatkan. tetapi tuhan berkehendak lain. tuhan mengambil nyawanya. setelah itu dokter keluar dari ruangan dan berkata kepada kami "Maaf ia tidak bisa di selamatkan lagi, semoga keluarga di beri kesabaran ya". lalu aku langsung panik dan berteriak dengan kencang "tidakkkk,kenapa kau meninggalkan aku". aku menangisi ini semua terjadi aku mengatakan tuhan tidak adil kenapa orang yang aku sayangi di ambilnya. Nenek juga menyemangati aku agar tetap bersabar "Sabar ya cu, Mungkin allah sayang sama dia". aku tidak bisa mengendalikan emosional aku. sedih rasanya aku mendengar dan melihat itu. Tetapi itulah kenyataannya dan itu tidak bisa aku pungkiri.. Semua orang udah ada jalan hidupnya masing masing. Aku mengatakan bahwasan semua orang yang hidup akan mati dan semua orang yang datang akan pergi.. kembali kepada sang khalik.. Perbedaan tidak menghalangi aku untuk saling menyayanginya dan selalu mencintainya walaupun kami beda agama, aku sangat mengasihi dirinya. Karena tuhan mengajarkan kepada aku kasih adalah sumber hukum yang paling utam. Walau dia tidak menjadi milik aku, aku tetap mengasihi dia dan menyayanginya.

Komentar